Postingan

Request/Reply Java Messaging Service Weblogic Oracle Service Bus

Gambar
Pada Tutorial kali ini, saya akan mencoba mensimulasikan desain Request/Reply melalui Java Messaging Service ( JMS ) Weblogic menggunakan OSB . Pada gambar di atas, ada dua kotak Requestor dan Replier . Pada Requestor akan kita buat pada Business Service , sedangkan Replier kana kita buat pada Proxy Service . Langkah-langkahnya ada sebagai berikut : JMS Module . Dalam contoh ini saya punya Connection Factory dengan JNDI SIISCF , dan dua Queue dengan JNDI ReqQueue dan RespQueue . Jika Anda belum paham pada bagian ini, silahkan lihat tutorial saya di youtube mengenai JMS di https://www.youtube.com/watch?v=WY1LuPWds5s dan https://www.youtube.com/watch?v=Lv2qFGvkI8g Proxy Service . Proxy Service berperan sebagai Replier . Sesuaikan hal-hal berikut : Request dan Response Message Type . Pilih Text untuk keduanya Endpoint URI di isi dengan Queue Request ( ReqQueue ). Centang Is Response Required Response Pattern , bisa dipilih antara JMSCorrelationID atau ...

Cara Melihat Password yang tersimpan di Toad For Oracle

Gambar
Cara Melihat Password yang tersimpan di Toad For Oracle 1. Buka Toad for Oracle, masuk ke salah satu database yg ada, dalam hal ini saya mencontohkan masuk ke localhost 2. Pada Menu, pilih Database , Create , DB Link 3. Akan muncul form seperti gambar di bawah 4. Isi Link Name (bebas), Database to connect to (pilih database mana yg akan dilihat), User name for connection dan Password for connection akan otomatis terisi, kemudian klik Show SQL  5. Password akan terlihat seperti gambar di bawah ini, yaitu admin

paypal tes

Gambar

My Home

after years, finally reach my home in gmap, hell yeah!!

Cintailah Produk Indonesia!

Rabu kemarin saya nonton salah satu film di salah satu bioskop di Bandung, seperti biasa, sebelum film dimulai ada iklan-iklannya. Nah, salah satu iklannya adalah ajakan ke bioskop, nontn film-film Indonesia. "Ayo ke Bioskop!", "Kalo bukan kita siapa lagi?" "ayo tonton film Indonesia!". Saya sebenarnya agak kurang sepaham dengan iklan-iklan macam ini, yang "memaksa" membeli atau menggunakan produk-produk dalam negeri, apakah itu Pakaian, Makanan, Film, Barang, dll. Iklan-iklan seperti itu, terlihat memaksa kita, untuk menggunakan produk-produk tersebut, dengan alasan buatan Indonesia, tidak peduli kualitasnya bagus atau buruk, pokoknya kita harus menggunakan produk Indonesia. Seperti iklan film di atas, kita disuruh ke bioskop, mengeluarkan uang kita, untuk menonton film-film Indonesia. Padahal, kita tahu sendiri bagaimana film-film Indonesia, yang bagus ya adapatasi novel, hanya segelintir film yang murni dan bagus. sisanya, klo ga hantu, ya...

hanya hari-hari biasa

Kali ini saya ingin menceritakan kejadian kemarin dan kemarin nya lagi. Sebenarnya ini hanya kegiatan sehari-hari yang tidak istimewa, namun ada pelajaran yang pantas di petik, hikmah di balik setiap detail peristiwa. Saya mulai dari hari selasa pagi, dua hari yang lalu, ada dua pilihan untuk berangkat kerja, naik dari halte slipi petamburan, koridor 9, atau naik dari halte kelapa dua sasak koridor 8, rute lebak bulus - harmoni, keduanya ada plus minus nya masing-masing. Dengan berbagai perhitungan hari itu saya memutuskan menggunakan pilihan kedua. jam 8:24 saya sampai di kantor, sesuai peraturan kantor, harus 8 jam kerja, konsekuensi nya saya harus pulang jam 17:24. sore harinya tepat jam 17:24, saya absen pulang, dan sudah menyiapkan diri sendir, bahwa akan telat dari biasanya, akan magrib di perjalanan, 5 menit menjelang waktu magrib, baru turun dari busway, relatif cepat untuk jam segitu. Sedangkan kemarin, saya berangkat lebi pagi, naik pilihan pertama, da memang sampai leb...

Ini Indonesia

Baru saja saya baca sebuah thread di kaskus yang menjelaskan tentang kenapa orang-orang Jepang malas membeli mobil. jawabannya silahkan cari sendiri di kaskus, karena bukan itu yang hendak saya bahas :D Setelah membaca thread tersebut, secara otomatis pikiran-pikiran pembaca yang tentunya orang Indonesia akan membandingkan dengan negaranya, negara saya, negara Indonesia, negara yang kota-kota besarnya dipusingkan dengan kemacetan, dengan mudahnya para pembaca berkomentar,'coba di Indonesia kaya gini', 'setuju kalo di negara kita dibikin aturan kaya begitu', 'harusnya kaya gini nih di Indonesia'. bukan hanya thread ini saja, artikel-artikel lain pun yang membicarakan kelebihan-kelebihan negara lain hampir selalu dibanding-bandingkan dengan kekurangan di negara ini. bagus memang sebagai sebuah solusi, apalagi negara tersebut terlihat sukses menerapkannya, tapi saya kurang setuju dengan cara-cara seperti. Jepang adalah Jepang, Jerman adalah Jerman, Inggris ada...