Postingan

Menampilkan postingan dengan label Negara

Ini Indonesia

Baru saja saya baca sebuah thread di kaskus yang menjelaskan tentang kenapa orang-orang Jepang malas membeli mobil. jawabannya silahkan cari sendiri di kaskus, karena bukan itu yang hendak saya bahas :D Setelah membaca thread tersebut, secara otomatis pikiran-pikiran pembaca yang tentunya orang Indonesia akan membandingkan dengan negaranya, negara saya, negara Indonesia, negara yang kota-kota besarnya dipusingkan dengan kemacetan, dengan mudahnya para pembaca berkomentar,'coba di Indonesia kaya gini', 'setuju kalo di negara kita dibikin aturan kaya begitu', 'harusnya kaya gini nih di Indonesia'. bukan hanya thread ini saja, artikel-artikel lain pun yang membicarakan kelebihan-kelebihan negara lain hampir selalu dibanding-bandingkan dengan kekurangan di negara ini. bagus memang sebagai sebuah solusi, apalagi negara tersebut terlihat sukses menerapkannya, tapi saya kurang setuju dengan cara-cara seperti. Jepang adalah Jepang, Jerman adalah Jerman, Inggris ada...

JOKOWI

jokowi, jokowi, dan jokowi, dunia politik sedang sibuk membicarakan keunggulan-keunggulan Pak Jokowi, Pak Jokowi seolah tanpa cacat, diagung-agungkan, jika ada satu orang saja yang berani mengkritiknya, secara otomatis publik akan menyerangnya, menuduhnya, entah mana yang benar. hampir setiap tahun di Jakarta banjir, tapi sikap publik tahun ini berbeda pada orang nomor satu di jkt, publik melihat dari sudut pandang yang berbeda. Dulu, kalo ada banjir, banyak yang mengkritik, "mana janjinya?", "katanya mau mengatasi banjir? tapi ko masih ada banjir!". Sekarang, "memang gampang ngatasi banjir di jkt?", "banjir itu uda bencana turunan, gak bisa diberesin gitu aja! ga semudah membalikkana telapak tangan, semangat pak jokowi!". Dulu, kalo ada berita solusi macet, "apaan solusi kya gini, ga akan ngefek, macet tetep aja macet". Sekarang ada berita solusi macet dari pemerintah, "ini bawahannya yg ga bener, kasian gubernur uda kerja keras...

Kemana berita penyadapan ?

Beberapa waktu yang lalu, media dunia dan Indonesia digegerkan dengan berita penyadapan yang dilakukan oleh Australia ke Indonesia, sekarang, kemana berita-berita itu ? kemana tuntutan permintaan maaf pemerintah Indonesia ke Australia ? Apa jawaban Australia ? Lupa begitu saja ? tidak mungkin. Saya yakin, meski saya tidak punya bukti apapun, pemerintah Indonesia dan Australia sedang atau telah berkomunikasi untuk menyelesaikan masalah itu, dan sekarang, apakah masalah itu benar-benar telah selesai atau masih dibahas, dan apa solusi yang paling baik unuk semua pihak, saya tidak tahu, tapi saya yakin, dihentikannya berita ini pasti ada sebab-sebab tertentu demi kebaikan dan stabilitas kedua negara bahkan seluruh dunia.

Whatever

Gambar
Biasanya sih males baca iklan, tapi lihat iklan ini, di detik dan kaskus, jadi teringat waktu di kereta beberapa minggu yang lalu : iklan detik.com, seperti biasa bikin jengkel, karena tiba-tiba muncul dan nutupin berita iklan di kaskus.co.id hari ini Senin, jam 3 pagi, siap-siap berangkat kerja ke Jakarta naik kereta yang jam empat dari Stasiun Bandung . Setelah semuanya siap, kakak saya mengantar ke stasiun, udara pagi itu sudah sangat dingin ditambah lagi jalan masih sangat lengang, kakak saya memacu motor dengan cukup kencang, makin menggigil diri ini. Meski dijalanan sepi, hal berbeda nampak kentara ketika saya masuk stasiun, diparkiran nampak motor dan mobil yang masih didampingi penumpangnya, ada pula yang baru sampai sama seperti saya. Masuk ke dalam stasiun lebih ramai lagi, beberapa orang antri menukar tiket dan satpam yang sibuk mencocokkan identitas, meski tentu saja tidak seramai siang hari, tapi untuk ukuran jam setengah 4, keramaian itu sudah cukup menghila...

Alangkah Hebatnya (Jawa Baratku)

Gambar
Sekitar dua setengah tahun yang lalu, tepatnya april 2010, ada sebuah film yang menarik perhatian saya, sebuah film karya Deddy Mizwar, sebuah film yang mengkritik sekaligus mengingatkan, menyindir sekaligus mengajar banyak hal mengenai realita negeri ini. Film itu berjudul  Alangkah Lucunya (Negeri Ini),  bercerita tentang seorang pengangguran Muluk (Reza Rahardian) yang sedang mencarai pekerjaan, lalu bertemu dengan seorang anak bernama Komet yang berprofesi sebagai pencopet. Singkat cerita Muluk dan teman-teman  Sarjana  nya memeberikan pendidikan dasar bagi Komet dan 'rekan kerja'nya, agar mereka dapat mengubah kebiasaan dari pencopet menjadi pengasong. Kala itu Deddy Mizwar berhasil menyuguhkan film yang berkualitas, tanpa harus di adaptasi dari novel-novel  best seller.  Setiap percakapan, setiap adegan, dibuat untuk mengingatkan para pemerintah, mengingatkan para wakil rakyat, dan mengingatkan kita sebagai warga apa yang sebenarnya terjadi di ...