SIM Keliling Cimahi di Cimahi Mall
Pada kesempatan ini saya ingin membagikan terkait proses memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) yang saya lakukan di SIM Keliling Cimahi yang berlokasi di Cimahi Mall pada bulan Agustus 2026.
Awal mula saya terbersit ingin menuangkan dalam tulisan karena waktu saya melihat review di Google maps, review terakhir itu sekitar 2 tahun lalu, padahal sampai tulisan ini dibuat jadwal SIM Keliling ini masih aktif. Ternyata ada keterangan di Google Maps nya bahwa Google tidak mengijinkan publik untuk berkontribusi terhadap lokasi tersebut.
Saya tiba di lokasi sekitar pukul pukul 08:00. saya langsung kebagian fotokopi untuk men-fotokopi KTP, SIM lama dan membeli map dengan total biaya sebesar Rp5.000,00
Jika sudah mendekati giliran, petugas akan memanggil nama sesuai identitas untuk berbaris mengantre pemeriksaan kesehatan. Saat tiba giliran, saya diperiksa tekanan darah, ditanya berat dan tinggi badan, usia, lalu tes buta huruf. Setelah selesai, petugas kesehatan akan memberikan kembali map yang sudah diisi data kesehatan tersebut sekaligus mendapatkan nomor antrean untuk sesi foto. Oh ya, saat itu, saya mendapatkan antrean nomor 87
Jika sudah mendekati giliran, petugas menyuruh saya duduk di kursi dekat mobil sim keliling yang sudah disediakan untuk melakukan sesi foto. Sambil duduk dan menunggu antrean foto, petugas menagih uang dengan rincian :
Awal mula saya terbersit ingin menuangkan dalam tulisan karena waktu saya melihat review di Google maps, review terakhir itu sekitar 2 tahun lalu, padahal sampai tulisan ini dibuat jadwal SIM Keliling ini masih aktif. Ternyata ada keterangan di Google Maps nya bahwa Google tidak mengijinkan publik untuk berkontribusi terhadap lokasi tersebut.
apakah bisa menyiapkan sebelumnya dari rumah? sepertinya tidak bisa, karena di dalam map sudah ada dua lembar kertas, sepertinya formulir, tapi saya juga tidak tahu detailnya, karena harus buru-buru menyerahkan map dan semua dokumen di dalamnya kebagian penerimaan berkas, kalau tidak buru-buru, antreannya akan semakin menjauh. tidak ada formulir yang perlu kita isi sendiri
Petugas penerimaan berkas kemudian memasukkan map saya --yang berisi formulir bawaan, fotokopi SIM lama, foto kopi KTP, dan SIM ASLI-- di bagian bawah, untuk menentukan urutan pemanggilan pemeriksaan kesehatan.
Petugas penerimaan berkas kemudian memasukkan map saya --yang berisi formulir bawaan, fotokopi SIM lama, foto kopi KTP, dan SIM ASLI-- di bagian bawah, untuk menentukan urutan pemanggilan pemeriksaan kesehatan.
Jika sudah mendekati giliran, petugas akan memanggil nama sesuai identitas untuk berbaris mengantre pemeriksaan kesehatan. Saat tiba giliran, saya diperiksa tekanan darah, ditanya berat dan tinggi badan, usia, lalu tes buta huruf. Setelah selesai, petugas kesehatan akan memberikan kembali map yang sudah diisi data kesehatan tersebut sekaligus mendapatkan nomor antrean untuk sesi foto. Oh ya, saat itu, saya mendapatkan antrean nomor 87
Jika sudah mendekati giliran, petugas menyuruh saya duduk di kursi dekat mobil sim keliling yang sudah disediakan untuk melakukan sesi foto. Sambil duduk dan menunggu antrean foto, petugas menagih uang dengan rincian :
- biaya SIM C Rp290.000,00
- biaya SIM A Rp295.000,00
- biaya SIM A dan SIM C sekaligus Rp370.000,00
- selain itu, petugas ini juga menyampaikan biaya pemasangan anti gores Rp10.000,00, tapi dia bilang tidak wajib, kalau tidak mau silakan nanti bilang ke petugasnya
- petugas juga menyampaikan perpanjangan SIM masa berlakunya sesuai tanggal SIM dibuat, dan jika telat satu hari saja harus membuat SIM baru.
- pembayaran tidak bisa non-tunai, kita tidak berikan struk atau bukti pembayaran
- petugas juga meminta nomor telepon kita dan menuliskannya di map, tidak dijelaskan kebutuhannya.
Saat tiba giliran, saya masuk ke dalam mobil bus yang interiornya sudah dimodifikasi untuk kebutuhan pencetakan SIM, di dalam saya melihat dua orang berseragam polisi yang sedang sibuk di depan layar komputer serta satu orang petugas pas foto dan sidik jari. Setelah melakukan sesi foto, sidik jari, dan tanda tangan, saya tidak langsung menerima kartu SIM, tapi kembali disuruh menunggu di luar.
Di luar bus, ada satu orang yang bolak-balik mengambil kartu yang sudah jadi, tapi tidak langsung diserahkan ke pemilik kartu, melainkan diserahkan lagi ke petugas yang dari tadi melayani fotokopi. Setelah petugas fotokopi itu menerima SIM yang sudah jadi, ia langsung memosisikan tangannya untuk memasang anti gores pada SIM kita, jadi kita tidak ditanya apakah mau pasang atau tidak, default-nya kartu kita pasti dipasang anti gores, kecuali kita segera menolak sebelum anti goresnya terpasang.
sekitar pukul 10.30 saya menerima kartunya, lalu membayar parkir Mall sebesar Rp5.000,00 (motor) atau tergantung seberapa lama kendaraan kita parkir, jadi total waktu yang saya habiskan di lokasi adalah sekitar 2,5 jam
berikut ringkasan proses perpanjang SIM di SIM Keliling Cimahi di Cimahi Mall :
- Durasi kurang lebih 2,5 jam
- Fotokopi KTP dan SIM serta pembelian map Rp5.000,00
- SIM C Rp290.000,00
- SIM A Rp295.000,00
- SIM A dan SIM C sekaligus Rp370.000,00
- anti gores Rp10.000,00
- parkir motor Rp5.000,00
- pembayaran harus tunai
- tidak mendapatkan bukti pembayaran/struk jadi saya tidak tahu biaya Rp290.000,00 itu rinciannya untuk apa saja.
Saran/pelajaran bagi yang ingin melakukan perpanjangan SIM :
- Bagi yang punya SIM A dan SIM C, lebih baik lakukan perpanjangan sekaligus, tidak apa-apa yang satu jadi singkat masa berlakunya, hanya untuk periode berjalan kok, karena dengan memperpanjang sekaligus, kita bisa menghemat banya faktor. Pertama faktor waktu, kita jadi tidak perlu antre dua kali. Kedua, tentu saja faktor biaya, dengan memperpanjang dua SIM sekaligus kita sudah menghemat sebanyak Rp215.000,00 dari biaya SIM saja, belum biaya fotokopi dan tarif parkir. Ketiga, meminimalkan potensi lupa, dengan banyaknya yang harus kita ingat seperti perpanjang STNK, ditambah lagi SIM ini, menggabungkan perpanjang SIM akan mengurangi beban kita mengingat-ingat apa saja yang perlu diperpanjang.
- SIM kita bukan layar yang akan terus-terusan kita lihat dan kita pegang-pegang, jadi tidak perlu dipasang anti gores.
- Alokasikan waktu yang longgar, karena waktu 2,5 jam tersebut tidak bisa kita manfaatkan sambil melakukan hal lain, karena harus selalu siap dipanggil kapan pun untuk dua kali antrean, antrean kesehatan dan antrean foto.
- Di jaman yang non tunai, serba QRIS, bahkan untuk sekelas pengamen di lampu lalu lintas pun, kita masih belum bisa membayar perpanjangan SIM secara non-tunai, jadi siapkan uang tunai


Komentar